Forum AWO Indonesia dengan dukungan dari IA-RMCP mengadakan kembali onsite training dengan tema Animal Welfare Training Banten, berlokasi di Tangerang, training ini kembali dilaksanakan di awal tahun 2023 sebagai wujud konsistensi dalam memberikan pelatihan kepada pekerja industri sapi potong baik di feedlot, depo dan RPH. Training dilakukan pada tanggal 24-25 Januari 2023, bertempat di Hotel Istana Nelayan Convention Hall kota Tangerang dan praktik observasi lapangan dilaksanakan di RPH Sumur Pacing. Setidaknya ada 42 peserta yang hadir dalam training ini, antara lain 15 orang dari pekerja RPH di seluruh wilayah Banten, 11 staff Dinas peternakan dan RPH Pemerintah, 3 perwakilan dari Lembaga audit ESCAS, 3 staff depo, 6 staff feedlot dan 4 perwakilan exporter.
Materi dan pembicara training diisi oleh praktisi dan trainer yang sudah ahli di bidang kesejahteraan hewan, antara lain drh. Ismau Alim (Australian Rural Exports Pty Ltd), Ir. Yudhistira Pratama S, S.Pt, IPM (Halleen Australasian Livestock Traders Pty Ltd) , drh. Neny Santy J.L (PT. Juang Jaya Abdi Alam) dan Dr. Drh. Supratikno M.Si, PAVet (HSC LPPM IPB Bogor). Dengan tema materi yang berkaitan dengan isu kesejahteraan hewan, hal ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada khalayak pekerja di rumah potong hewan, dinas peternakan, staff feedlot/depo dan lembaga auditor agar memiliki pemahaman yang sama mengenai implementasi penerapan standar kesejahteraan hewan dan biosecurity selama di depo/feedlot dan RPH.
Telah menjadi wujud kepedulian bersama, bahwa sapi potong ex Australia diwajibkan untuk diperlakukan secara animal welfare. Area Banten, sebagai pintu gerbang sapi potong dari Lampung ke wilayah Jakarta dan Jawa Barat menjadikan sebagai posisi strategis jalur lalu lintas ternak. Hal ini juga terlihat dari banyaknya fasilitas supply chain yang tersebar di wilayah ini. Dengan kondisi ini, training animal welfare dan traceability untuk wilayah Banten dimaksudkan agar para pelaku industri sapi potong di area setempat telah mendapat pengetahuan, skill dan kompetensi tentang penerapan kaidah animal welfare secara professional. Hal ini khususnya bertujuan untuk meminimalisir kelalaian dalam proses yang dilakukan selama bekerja di rumah potong hewan agar tidak menimbulkan kejadian praktik non-compliance terhadap sapi potong ex-australia.
Antusiasme peserta dalam mengikuti acara training sangat tinggi, hal ini terlihat dari beberapa peserta yang melayangkan pertanyaan kepada training tentang hal-hal yang selama ini menjadi kendala saat bekerja menjadi penyelia kesejahteraan hewan/AWO. Kemudian ada juga pre-test dan post-test untuk mengukur seberapa paham peserta selama mengikuti training baik saat pembekalan materi dan juga observasi lapangan.
Agenda observasi lapangan juga menjadi salah satu hal yang menarik, disini para peserta mendapatkan masukan dari para trainer yakni Ali Rahman (Halleen Australasian Livestock Traders Pty Ltd) dan Pak Mujiono (Santori) dan drh Supratikno. Tentunya para peserta yang memang adalah pekerja depo/feedlot dan RPH sudah sangat familiar dengan handling sapi, proses pemotongan dan juga pemeriksanaan kematian ternak pasca pemotongan. Tapi tentu ada hal-hal yang perlu ditekankan khususnya dalam penanganan kesejahteraan hewan agar tidak terjadi mis-informasi dan kelalaian dalam pelaksanaan di lapangan. Tentu hal ini menjadi fokus utama dan tujuan dilaksanakan refresh training ini. Selain untuk mengenalkan praktik kesejahteraan hewan bagi pekerja baru di industri sapi potong, hal ini juga mengingatkan kembali kewaspadaan dan konsistensi dalam melakukan handling ternak dan pemotongan selama bekerja ditempat masing-masing demi menjaga keamanan supply chain di masing-masing tempat kerja.
Redaksi : Forum AWO Indonesia

