Pada tanggal 16 Agustus 2023, Forum AWO Indonesia mengadakan seminar di Medan, Sumatera Utara, dengan tema “Review Slaughter Process and Traceability.” Acara ini bertujuan untuk memberikan pandangan mengenai aspek-aspek penting dalam industri peternakan, khususnya fokus pada kesejahteraan hewan dan ketelusuran ternak. Dengan beragam pakar dan pemangku kepentingan hadir, seminar ini memberikan platform untuk diskusi yang informatif pada sesi diskusi.
Panitia dan anggota FAWO yang hadir dalam acara ini adalah Drh. Neny Santy, Mujiono, Yudhistira Pratama, Drh. Ismau Alim, Vira Yurianto, Denis Febta, Agil Darmawan, Reza Ega, Harun Lubis, dan Reyno. Selain itu, Forum AWO Indonesia mengundang Ir. Joni Liano M.Sc, Direktur Eksekutif GAPUSPINDO, di mana GAPUSPINDO berperan penting sebagai Dewan Penasihat untuk Forum AWO Indonesia. Total peserta dalam acara ini berjumlah 52 orang dari berbagai lembaga seperti feedlot, eksportir, rumah potong hewan, dan entitas pemerintah.
Dalam seminar ini disampaikan secara komprehensif pada isu-isu krusial dalam industri peternakan sapi potong. Pembukaan acara dihadiri oleh Ir. Joni Liano, yang mewakili GAPUSPINDO, dan Drh. Neny Santy Jelita L., yang mewakili Forum AWO Indonesia.
Implementasi Kesejahteraan Hewan dalam Industri Peternakan Indonesia-Australia
Drh. Ismau Alim, memimpin sesi pertama. Dokter Alim memberikan penjelasan tentang Implementasi Kesejahteraan Hewan dalam Industri Peternakan. Drh. Alim menyoroti pentingnya mengutamakan kesejahteraan hewan dalam industri ini. Ini mencakup perlakuan yang manusiawi terhadap hewan ternak sepanjang perjalanan mereka, mulai dari feedlot hingga rumah potong hewan. Ia menekankan bahwa memastikan kesejahteraan hewan bukan hanya kewajiban moral tetapi juga penting untuk keberlanjutan industri ini.
GEDSI (Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial)
Sesi kedua dipimpin dengan ahli oleh Drh. Neny Santy Jelita, Ketua Forum AWO Indonesia. Ia memfokuskan pada aspek penting namun sering diabaikan dalam industri ini – GEDSI, yang merupakan singkatan dari Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial. Drh. Neny menekankan peran vital perempuan dalam rantai pasok sapi impor Australia. Ia menyoroti perlunya peluang yang sama dan inklusi sosial untuk semua pemangku kepentingan, tanpa memandang gender atau kemampuan fisik.
Kesimpulan
Seminar ini memberikan platform berharga bagi pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan dan wawasan mengenai isu-isu krusial dalam industri peternakan. Diskusi berpusat pada peningkatan standar kesejahteraan hewan, meningkatkan sistem pelacakan, dan mempromosikan kesetaraan gender serta inklusi sosial.
Ke depan, jelas bahwa upaya kolaboratif sangat penting untuk memastikan pertumbuhan dan keberlanjutan industri ini. Forum AWO Indonesia, bersama dengan GAPUSPINDO dan pemangku kepentingan lainnya, akan memainkan peran penting dalam mengimplementasikan pelajaran yang dipetik selama seminar ini. Dengan mengutamakan kesejahteraan hewan, memperkuat sistem pelacakan, dan mempromosikan inklusivitas, kita dapat mencapai standar keunggulan yang lebih tinggi dan memberikan contoh bagi sektor industri peternakan.

