Forum AWO Indonesia mengadakan program pelatihan yang berfokus pada Animal welfare dan tracability pada 28 February di Hotel Santika Bandung. Untuk memeriahkan acara tersebut, diselenggarakan juga kompetisi juru sembelih halal dengan mengundang peserta dari juru sembelih di wilayah kota Bandung dan Tasikmalaya.
Pelatihan dan kompetisi ini mendapat dukungan dari IA-RMCP (Indonesia Australia Red Meat & Cattle Partnership), sebagai bukti dari upaya kolaboratif dalam meningkatkan praktik industry sapi potong di Indonesia. Pak Petrus Widantoro, Project manager dari RMCP, menghadiri acara tersebut dan memberikan sambutan dengan menggarisbawahi pentingnya memprioritaskan kesejahteraan hewan dalam semua aspek rantai pasokan sapi potong.

Selama sesi pelatihan, peserta diberikan gambaran tentang berbagai topik penting yang berkaitan dengan kesejahteraan hewan dan keterlacakan (Animal welfare dan traceability). Denis Febta perwakilan dari Frontier International Northern Pty Ltd selaku perwakilan exportir membahas mengenai ESCAS (Exporter Supply Chain Assurance System) dan peran pentingnya dalam memastikan kesejahteraan hewan di sepanjang rantai pasokan sapi potong eks Australia. Pemahaman komprehensif tentang protokol ESCAS ini diharapkan dapat memberikan penjelasan kepada peserta untuk terus menerapkan mekanisme pemantauan dan monitoring yang efektif untuk menjaga standar kesejahteraan hewan, terutama supply chain sapi potong di Indonesia.
Yudhistira Pratama dari Halleen Australasian Livestock Traders Pty Ltd menyampaikan menganai penanganan sapi di feedlot dengan menggali lebih detail penanganan sapi di kandang, menekankan pentingnya mengadopsi teknik yang tepat untuk meminimalkan stres dan memastikan kesejahteraan hewan di bawah tanggung di masing masing fasilitas. Sesi tersebut menekankan peran penting staf AWO feedlot, depot, dan RPH dalam menjaga standar kesejahteraan hewan.
Ali Rahman dari Halleen Australasian Livestock Traders Pty Ltd sebagai pengisi training memberikan wawasan tentang metode penyembelihan yang sesuai standar kesrawan (kesejahteraan hewan) menekankan perlunya meminimalkan stress selama proses pemingsanan dan penyembelihan. Dengan mendemontsrasikan praktik terbaik dalam pemotongan, peserta dilengkapi dengan pengetahuan untuk meningkatkan hasil kesejahteraan hewan agar tercapainya standar kesrawan yang baik untuk diterapkan di fasilitas RPH. Kemudian di sela-sela acara training ada demonstrasi stunning menggunakan Vurtual Reality (VR) dari perwakilan Cooleco sebelum dilanjutkan ke sesi training terakhir.
Sesi terakhir diisi oleh Drh. Neny Santy Jelita, Ketua Forum AWO Indonesia. Drh Neny memfokuskan pada aspek penting namun sering diabaikan dalam industry ini yakni inklusifitas pada keterlibatan perempuan dalam kegiatan di industry sapi potong baik itu di peternakan sapi/feedlot maupun RPH (Rumah Potong Hewan). GEDSI, yang merupakan singkatan dari Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial disampaikan oleh Drh Neny dengan menekankan peran vital perempuan dalam rantai pasok sapi impor Australia. Beliau menyoroti perlunya peluang yang sama dan inklusi sosial untuk semua pemangku kepentingan, tanpa memandang gender atau kemampuan fisik.
Pada sesi malam hari, peserta dengan antusias mengikuti sesi observasi dan kompetisi penyembilhan. Drh. Supratikno, berkesempatan menjadi juri atau asesor dalam kompetisi ini, dengan teliti menjelaskan aturan dan persiapan sebelum kompetisi dimulai. Antusiasme yang terasa oleh peserta dan pendukungnya saat berlangsungnya kompetisi penyembelihan.

Kompetisi ini dimenangkan oleh Bagus Tsani dengan skor tertinggi dari penilaian Drh. Supratikno. Kesuksesan kompetisi ini menjadi bukti komitmen para pekerja yang profesional terhadap prioritas praktik kesejahteraan hewan di rantai pasokan Industri sapi potong.
Sebagai kesimpulan, inisiatif pelatihan Forum AWO Indonesia di Bandung, yang dipadukan dengan kompetisi pemotongan, menandai langkah penting dalam memajukan standar kesejahteraan hewan dan mempromosikan keterlacakan dalam rantai pasokan. Melalui upaya kolaboratif dan edukasi yang berkelanjutan untuk memastikan kesejahteraan hewan di setiap tahap proses yang terjadi di rantai pasokan industry sapi potong di Indonesia.


