Pelatihan Animal Welfare dan Traceability oleh Forum AWO Indonesia untuk supply chain sapi potong di Jawa Tengah

Pada tanggal 31 Oktober 2023, Forum Animal Welfare Officer (AWO) Indonesia menyelenggarakan pelatihan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan praktik animal welfare serta traceability dan sistem ESCAS (Exporter Supply Chain Assurance System) di bidang peternakan sapi potong untuk supply chain di Jawa Tengah. Bertempat di Oak Tree Hotel Semarang dan Perusda RPH Kota Semarang, Acara ini menjadi platform penting bagi para pemangku kepentingan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman guna meningkatkan kesejahteraan hewan dan mengoptimalisasi sistem jejak (traceability) dalam industri peternakan sapi potong.

Acara dibuka dan disambut oleh Bapak Petrus Widyantoro selaku project manager program IA-RMCP sebagaimana IA-RMCP terus mensupport kegiatan yang dilaksanakan oleh Forum AWO Indonesia. Peserta training di Semarang ini dihadiri oleh beberapa pihak baik dari pelaku usaha jagal, Dinas peternakan di beberapa kabupaten dan kota di Jawa tengah dan pegawai RPH baik itu juru sembelih halal, Dokter hewan dan anak kandang.

Pengenalan Sistem ESCAS dan alur rantai pasokan sapi Australia ke Indonesia

Dalam kesempatan training, materi disampaikan oleh Denis Febta selaku Perwakilan dari Exportir Sapi Australia (Frontier International Northern Pty Ltd) pertama-tama memberikan gambaran proses ekspor sapi Australia menuju ke negara pengimpor seperti Indonesia, diperlihatkan video mengenai proses mustering, drafting, transportasi ternak menggunakan road train hingga menuju ke Pelabuhan untuk loading sapi ke dalam Kapal ternak. Semua proses tersebut dijelaskan secara rinci dalam kaitannya alur rantai pasokan sapi dari negara asal ke negara tujuan pengimpor. Setelah itu dalam penyampaiannya juga menjelaskan informasi dan pedoman terkait dengan sistem ESCAS yang bertujuan untuk memastikan bahwa hewan-hewan yang diekspor dipelihara dan diproses sesuai dengan standar kesejahteraan yang tinggi, mulai dari ketika ternak diterima dipelabuhan, Feedlot, hingga RPH (Rumah Potong Hewan).

Peningkatan Kesadaran Animal Welfare, Handling Ternak dan Pengoptimalan Sistem Traceability

Materi kedua disampaikan oleh Deni Julianto dari PT. GGL (Great Giant Livestock). Pada sesi ini bapak Deni menyampaikan materi tentang Animal welfare di Feedlot dan RPH untuk meningkatkan kesadaran para peserta terkait pentingnya kesejahteraan hewan dalam konteks peternakan sapi potong. Ini termasuk pemahaman tentang kebutuhan fisiologis dan psikologis hewan, serta praktik-praktik terbaik dalam memastikan kesejahteraan hewan ternak. Pada sesi animal welfare ini selanjutnya akan dilakukan observasi di RPH Perusda Kota Semarang untuk melihat langsung proses peternakan dan penyembelihan hewan ternak di RPH yang sesuai dengan standar animal welfare.

GEDSI (Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial)

Sesi terakhir diisi oleh Drh. Neny Santy Jelita, Ketua Forum AWO Indonesia. Drh Neny memfokuskan pada aspek penting namun sering diabaikan dalam industry ini yakni inklusifitas pada keterlibatan perempuan dalam kegiatan di industry sapi potong baik itu di peternakan sapi/feedlot maupun RPH (Rumah Potong Hewan). GEDSI, yang merupakan singkatan dari Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial disampaikan oleh Drh Neny dengan menekankan peran vital perempuan dalam rantai pasok sapi impor Australia. Beliau menyoroti perlunya peluang yang sama dan inklusi sosial untuk semua pemangku kepentingan, tanpa memandang gender atau kemampuan fisik.

Sesi Diskusi

Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berbagi pengalaman dan best practices terkait dengan implementasi kebijakan animal welfare dan sistem traceability di tingkat lokal dan nasional.

Pelatihan Animal Welfare and Traceability yang diselenggarakan oleh Forum AWO Indonesia di Semarang pada tanggal 31 Oktober 2023 diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kesadaran dan praktek-praktek terbaik dalam hal kesejahteraan hewan dan sistem jejak peternakan di Indonesia. Acara ini diharapkan dapat memperkuat komitmen industri peternakan Indonesia terhadap prinsip-prinsip etika dan keberlanjutan.

 

 

Dokumentasi :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *